Sabtu, 25 November 2017

Part 6. Spesial Keynan - Keyara (Fiksi Remaja)

Kau membuat waktuku
Tersita dengan angan tentangmu
Mencoba lupakan tapi ku tak bisa
Mengapa begini?
— Monita, Kekasih Sejati.



***

Keynan POV

Hari ini gue bolos, gak tau kenapa tiba - tiba gue pengen bolos aja, dan ini kali pertamanya gue bolos. Ya walaupun gue ikut geng d'jabrix yang emang pada dasarnya beranggotakan anak - anak bandel, tapi gue gak pernah sekalipun ikut bolos apalagi tawuran.

Gue juga heran kenapa gue bisa ngajak cewek bernama Keyla ini buat bolos, ke apartemen gue lagi. Tapi jangan mikir macem - macem, walaupun gue cowok tulen, gue gak ada niatan sedikitpun buat ngapa - ngapain nih orang, apalagi dia berstatus cewek orang. Dan disinilah gue, dibalkon apartemen gue dengan seorang cewek asing yang berhasil bikin gue ngomong sedikit banyak.

"Laper?" tanya gue ke Keyla.

"Eh, laper sih kak." jawab dia nyengir.

"Gue gak punya apa - apa, jajan diwarung padang depan apart aja yuk?" tawar gue.

"Kak, aku kan gak bawa baju ganti nih, nanti kalo kita makan disana terus ada satpol pp, kita kena razia lagi, ntar kalau papa aku tau, habis deh aku." jawabnya dengan nada polos.

Oh iya, gue melupakan fakta itu.

"Ck, lo itu nyusahin ya, tau gini gak gue bawa lo kesini !" geram gue.

Dia hanya nyengir.

"Yaudah gue pesenin, ntar biar dibungkus aja." jawab gue yang mulai berdiri bersiap cari makan.

"Kak, aku ayam goreng aja ya." serunya.

"Ayam goreng doang? Gak mau ikan? Tenang, gue yang bayar ini !"

"Aku gak suka ikan kak, hehe." jawab dia nyengir, gue heran kenapa nih orang suka nyengir.

"Yaudah, gue cari makan dulu, lo jangan berantakin apart gue, kalau ada yang geser sedikitpun, habis lo !" acam gue.

"Iya ih, sadis amat, buruan kak, keburu kenyang ini !" teriaknya.

Gue heran, ini apart gue atau dia sih? Kenapa jadi dia yang nyuruh - nyuruh gue? Daripada tambah stres, gue milih buat langsung turun cari makan.

***

Author POV

Keynan sudah sampai warung makan padang didepan apartemenya, dia hanya jalan kaki mengingat jarak warung dan apartemen yang hanya beberapa meter saja.

Dia duduk disalah satu meja dan menunggu pesanannya datang.

Saat sedang memperhatikan sekitar, pandangannya tak sengaja mengarah pada sebuah objek yang sangat dia kenali.

"Darrell sama siapa tuh? Bolos juga dia?" gumam Keynan.

Setelah pesanan datang, Keynan segera membayar dan bergegas menghampiri Darrell.

"Bolos juga lo?" tanya Keynan.

"Ya lo pikir aja kalo gue disini jam segini tandanya apa?" jawab Darrell nyolot.

"Lo bolos atau selingkuh?" tanya Keynan tak nyolot.

"Gue gak selingkuh."

"Ck, berduaan ditempat umum, mesra - mesraan, suap - suapan sama cewek yang bukan pacar lo sementara status lo udah taken kayak gini lo bilang gak selingkuh, terus apa namanya? Friendzone?" Sindir Keynan.

"Lo apa - apaan sih, ganggu aja, pergi sono !" usir Darrell yang mulai tersulut emosinya.

"Gue juga gak niat gangguin elo, gue cuma mau ngingetin, status lo itu udah pacaran sama Keyla ! Walaupun lo gak cinta sama dia, setidaknya lo jaga perasaan 'pacar' lo itu ! Bukan malah mesra - mesraan kayak gini sama friendzone an lo !" pandangan Keynan mengarah ke Sheryl, "Dan buat lo - jangan jadi benalu buat orang lain !" ujar Keynan lalu pergi meninggalkan keduanya.

Dengan mood yang benar - benar kacau, Keynan masuk keapartemennya dan langsung mendapati Keyla yang sedang menonton tv.

"Nih." ujar Keynan seraya menyerahkan kantong plastik berisi masakan padang.

"Ih kakak kok mukanya ditekuk gitu sih? Kenapa? Harganya mahal ya? Yaudah Key ganti deh, berapa totalnya?" tanya Keyla polos.

"Gue gapapa, kalau cuma buat nraktir masakan padang juga gue masih sanggup, udah sana ambil piring sama sendok didapur, gue laper, pengen makan orang !"

Keyla mendelik, pasalnya hanya dia satu-satunya orang lain yang berbeda disitu, "Kak, makan nasi padang aja ya, jangan makan orang."

"Iya bawel, gue cuma bercanda."

Keyla menghembuskan napas lega, "alhamdulillah, yaudah aku ambil piring dulu."

Orang sebaik lo kok disia - siain sih Key? Emang bener - bener bodo tuh Darrell, batin Keynan.

Keyla kembali dengan dua buah piring dan dua gelas air putih.

Ia segera membuka bungkusan nasi padang dan menyerahkan kepada Keynan.

"Nih kak."

Keynan melongo, berasa disiapin makan sama istri sendiri, eh mikir apaan sih gue, batin Keynan.

"Kak Keynan suka ngelamun deh, ngelamunin apa sih? Ngelamunin hal jorok ya? Ini jadi dimakan gak?" tanya Keyla.

"Sembarangan, otak gue bersih ya ! Mana gue laper !" jawab Keynan membela diri.

"Ini, orang udah dikasih dari tadi juga tapi gak nyaut." omel Keyla.

"Ini sendoknya mana Key?" tanya Keynan celingukan mencari sendok.

"Elah, makan ginian tuh enaknya pake tangan kak, cuci tangan dulu sono." suruh Keyla.

"Lo ya, gatau apa gue udah laper, mager nih."

"Yaudah makan aja langsung gak pake cuci tangan dulu, biar cacingan !"

"Oke fine, gue cuci tangan !" kesal Keynan.

Dan Keyla pun tersenyum atas kemenangannya.

***

Keynan dan Keyla sudah selesai makan, kini keduanya tengah asik menonton tv.

"Jadi, kenapa lo tadi keperpus pake bawa tas segala?" Keynan memulai pembicaraan.

"Hehe, itu buat perlindungan aja sih kak." jawab Keyla seadanya.

Alis Keynan bertaut, "Perlindungan? Maksud lo?"

"Jadi semenjak Kak Darrell nembak aku, fans dia tuh pada neror aku kak, jangankan pas udah nembak, orang gara - gara dia sering nyamperin aku aja, fansnya udah sering ngrendahin aku."

"Terus lo nya gimana?"

"Ya aku cuma diem kak, terus sehari setelah Kak Darrell nembak aku, aku coba buat jauhin dia, aku pergi keperpus, dan setelah balik, tas aku udah penuh dengan sampah, untung sampahnya cuma daun kering, coba kalo sampah plastik es, udah jadi apa tas aku."

Jadi selama ini lo juga kena bully gara - gara Darrell Key?

"Darrell tau?"

Keyla menggeleng, "Kakak tau alasan aku gak lagi bawa motor kesekolah?"

"Apa?" tanya Keynan.

"Dihari pas aku ditembak Kak Darrell, sorenya pas mau pulang, motor aku udah penuh dengan tepung dan telur busuk kak, dan dihari kedua juga sama, dihari ketiga minyak rem motorku dibocorin, aku hampir aja kecelakaan, untung nya ditolongin sama kakakku, dan akhirnya aku putusin buat gak naik motor lagi."

"Lo hampir kecelakaan Key? Lo tau siapa yang lakuin semua itu ke elo?"

Keyla menangguk, "Ya, aku tau kak."

"Siapa?"

"Kak Sheryl cs."

"Udah gue duga ! Lo gak niatan buat ngelaporin dia kepolisi gitu? Ini namanya kriminal Key !"

Keyla menoleh, "Kakak tau? Gak usah kak, biarin dulu aja."

"Lo tuh ya, orang kayak dia tuh dah kelewatan ! Tapi emang lo punya buktinya?"

"Aku punya kak, ada kok rekaman cctv nya."

"Lo punya? Gimana caranya?" tanya Keynan kaget.

"Ada, rahasia."

"Ck, yaudah lah terserah ! Lo tau kenapa balik dari beli makan tadi gue kacau?"

Keyla menggeleng lalu menatap Keynan intens, "eh bentar kak."

Selang beberapa detik Keyla mengangguk, "Ya, Keyla tau."

"Lo sekarang jadi seneng banget baca pikiran gue ya." sindir Keynan.

"Biarin !"

"Lo gak cemburu? Lo gak marah?" tanya Keynan.

"Fyi ya kak, selama sebulan aku jadian sama Kak Darrell, kalau cuma liat yang begituan mah aku udah sering."

Keynan menoleh tak percaya, "Dan lo masih bertahan?"

Keyla menangguk.

"Lo itu bodo apa gimana sih Key?" tanya Keynan heran.

"Kakak gak mungkin gak tau kan tujuan Kak Darrell nembak aku itu apa?"

Keynan kaget, "Lo tau Key?"

Keyla mengangguk sambil tersenyum, "Aku tau kak, makannya aku masih bertahan. Bantuin orang dapat pahala kan?"

"Gue gak tau sama jalan pikiran lo Key, gue bener - bener gak tau."

Lo harus lihat Rel, orang yang lo sia - siain ini adalah malaikat, apa perlu gue nonjok elo biar lo sadar?

"Sholat yuk kak." Ajak Keyla.

"Yaudah ayo sholat, gue imamin."

"Jadi Kak Keynan mau imamin aku nih?" goda Keyla.

Yang digoda mulai salah tingkah, "udah buruan, lebih cepat lo pergi, lebih baik."

"Yee mulutnya mah ngomong ngusir, tapi hatinya ngomong jangan pulang please." Gumam Keyla.

"Gue denger Key !" Seru Keynan membuat Keyla semakin mencibir.

***

Usai sholat, Keyla kembali mengenakan sepatunya, sedangkan Keynan memperhatikan Keyla dari samping.

"Jangan ngelihatin gitu dong kak, ntar jatuh cinta lho kak, jatuh itu sakit tau, mending kalau cuma lecet dikit, nah kalau sampai patah hati? Beeuh susah nyari obatnya." cerocos Keyla yang masih fokus dengan sepatunya.

"Ngomong apaan sih lo? Gak jelas."

"Haha, eh kak ngomong - ngomong Kak Keynan tinggal disini sendirian ya? Orang tua kakak dimana?" tanya Keyla.

"Iya gue disini sendiri, bonyok gue ada di Jerman."

"Oh, gak kesepian gitu kak?"

"Gak."

"Gitu amat kak ! Udah selesai nih, ayo anterin pulang !" ujar Keyla sambil berdiri dari duduknya.

Yang disuruh hanya diam tanpa kata, dan langsung berjalan keluar apartemen.

"Naik motor gak papa kan?"

"Yaelah, aku juga udah biasa naik motor kak."

"Bagus, nih helm lo, pake !" perintah Keynan.

Belum juga setengah jalan, hujan deras mulai turun, keduanya memutuskan untuk berteduh.

"Neduh dulu ya Key."

"Iya kak."

Keynan menepikan motornya untuk berteduh diemperan toko, menunggu hujan reda.

"Kalau mendungnya kayak gini, biasanya bisa lama nih ujannya, udah agak reda nih, trobos aja ya Key." usul Keynan.

"Kakak yakin?"

Keynan menangguk yakin sembari membuka jok motornya dan mengambil jas hujan dari sana.

"Nih pake !" Keynan menyodorkan jas hujan itu ke Keyla.

"Eh, yang didepan kan kakak, kakak aja yang pake." tolak Keyla.

"Gue udah pake jaket ! Udah pake ! Buruan !"

Dengan berat hati akhirnya Keyla menerima jas hujan itu dan memakainya.

"Makasih kak !"

Keduanya lantas melanjutkan perjalanan. Hujan memang awalnya sudah mulai mereda berganti menjadi gerimis. Namun begitu memasuki kompleks perumahan Keyla, hujan kembali lebat.

Keyla sebenarnya sudah menyuruh Keynan untuk kembali berteduh, namun Keynan tidak mau dan malah berkata 'udah deket juga kan? Ntar kalo neduh mulu gak nyampe - nyampe'. Akhirnya mereka menerobos hujan.

Motor Keynan kini sudah terparkir digarasi rumah Keyla, tadi sebenarnya Keynan ingin langsung pulang, namun Keyla mengancam kalau Keynan langsung pulang, Keyla enggan turun dari motor, dan akhirnya dengan berat hati Keynan melajukan motornya memasuki rumah megah itu.

"Ini rumah lo Key?" Keynan cengo, dia tak menyangka bahwa Keyla merupakan orang dari kalangan atas.

"Bukan, ini rumah majikan aku, ya rumah aku lah ! Kak Keynan masuk dulu ya, mandi sama ganti baju dulu, pulangnya ntar aja kalo udah reda ujannya, deras banget soalnya." usul Keyla.

Gila nih orang, anak orang kaya tapi gak mau mamerin kekayaan orang tuanya, salut gue.

"Gak usah, gue langsung pulang aja." tolak Keynan.

Belum sempat Keynan menyalakan motornya, Keyla dengan sigap mengambil kunci motor Keynan, "Yaudah sana pulang, jalan kaki tapi."

"Ck, lo tuh ya .. Balikin !" Keynan berusaha mengambil kunci motornya.

"Gak sebelum kakak masuk kerumahku dulu. Kakak harus ganti baju kalo enggak entar kakak sakit, aku gak mau ya kakak besok gak masuk sekolah gara - gara sakit." cerocos Keyla.

"Lo kan cewek, gue gak mau pake baju cewek !"

"Ish .. Siapa juga yang mau pinjamin baju aku ke kakak? Ntar aku pinjemin baju kakak aku. Kakak aku dua cowok semua, kakak tinggal pilih mau pinjem punya siapa."

"Yaudah fine ! Gue masuk !"

"Yey, ayok kak." Keyla menggandeng mesra lengan Keynan.

Yang digandeng hanya diam.

"Kenapa kak? Ayo !"

Keynan mengarahkan pandangan ke tangan Keyla, "Tangan lo !"

Refleks Keyla langsung melihat tangannya yang bergelayut mesra ditangan Keynan, "eh maaf kak, hehe." ujar Keyla sambil melepas tangannya dari lengan Keynan.

Keyla segera berjalan mendahului Keynan yang sudah salah tingkah.

"Assalamualaikum, Lala pulang .." ucap Keyla ketika membuka pintu.

Lala?

Tak lama muncul suara laki - laki yang menjawab salam Keyla.

"Baru pulang dek? Ujan - ujan gini? Eh tapi kok gak basah?" tanya Atta.

Suaranya kayak gue kenal.

"Yee lo tuh ya Ta, adek baru pulang bukannya suruh ganti baju malah diinterogasi gini." ujar Atva.

Suaranya kayak familiar lagi, dan tadi siapa? Ta?

"Berisik lo Va, namanya juga orang khawatir !" seru Atta.

"Aduh Kak Tata sama Kak Vava kenapa ribut mulu sih? Udah dong .. Lala capek nih lihatnya !"

Tata? Vava? Lala? Jangan-jangan -

Keynan mengangkat kepalanya, "Loh Keynan !" seru si kembar bersamaan dengan nada kaget.

"Atta ! Atva !" seru Keynan tak kalah kaget.

"La, kok kamu bisa bareng Keynan?" tanya Atva.

"Jadi lo Lala adiknya Tata sama Vava? Jadi Tata sama Vava itu si kembar?" tanya Keynan masih kaget.

"Udah ya, jawabnya ntar aja, sekarang mending Kak Tata sama Kak Vava pinjemin baju buat Kak Keynan, kasihan dia udah basah kuyup kayak gitu, Lala mandi dulu." jawab Keyla.

"Yaudah lo ikut kami deh Nan." suruh di kembar.

Keynan hanya bisa mengekori keduanya.

Gila, ini bener - bener gila ! Gue gak tau gimana ekspresi Alex sama Darrell kalo tau semua ini, batin Keynan.

***
Gak henti-hentinya aku ngingetin kalian buat ngevote dan komen cerita ini. Jadi menurut kalian cerita ini dilanjut atau tidak?


Mengenai Pengarang


EmoticonEmoticon