Sabtu, 25 November 2017

Part 5. Faktanya - Keyara (Fiksi Remaja)

Yang dimulmed itu Keynan.
Happy reading
*** 

What would I do without your smart mouth
Drawing me in, and you kicking me out?
- John Legend, All of me.



***



Author POV

Darrell melangkahkan kakinya menuju parkiran. Moodnya benar - benar hancur karena perkataan Alex.

Setelah memasuki mobil, ia segera tancap gas untuk pulang. Namun setelah keluar dari gerbang sekolah, ia mendapati sosok yang belakangan ini sering membuatnya uring - uringan sedang berdiri didepan sekolahan.

Darrell kemudian menghampiri gadis itu. Ia membunyikan klakson dua kali lalu membuka jendela mobilnya.

"Key, masuk !" titah Darrell.

"Mau ngapain kak?" Tanya Keyla polos.

"Gue anter."

"Eh, enggak aja kak, aku nunggu angkutan umum aja." tolak Keyla.

"Gue gak nerima penolakan Key, buruan masuk ! Jam segini jarang kan ada angkutan umum lewat sini?"

"Aku pesen ojek online aja ntar kak."

"Ck, hp jadul kayak punya lo mana bisa buat pesan ojek online Key?" tanya Darrell.

Sial ! Gue lupa kalo Kak Darrell taunya gue cuma punya noki, batin Key.

"Emm .. Yaudah deh kak." Keyla masuk kemobil Darrell.

Dan ajaibnya, mood Darrell tiba - tiba berangsur membaik.

Suasana mobil Darrell menjadi canggung, 10 menit pertama hanya diisi dengan pertanyaan Darrell yang menanyakan arah rumah Keyla.

Hingga Darrell memberanikan diri bertanya, "Lo udah makan Key?"

Keyla yang tadinya hanya memandang jendela mobil Darrell, kini berbalik menatap Darrell, "Belum kak."

"Kita makan dulu ya, gue denger disekitar sini ada kafe buat nongkrong anak muda gitu." ajak Darrell.

"Emm, bentar aku izin kakakku dulu, boleh atau enggak ya kak." jawab Keyla.

"Oke sip."

Keyla mengeluarkan noki dan langsung menghubungi Atta karena kakaknya itu memang overprotective padanya.

"Assalamualaikum kak."

"Waalaikumsalam La, kamu kemana kok belum pulang?"

"Iya kak maaf, ini aku izin pulang telat, mau makan dulu."

"Makan dimana? Sama siapa?"

"Sama temen kak, udah ah Kak Tata kepo, aku tutup teleponnya ya, assalamualaikum."

"Yaudah jangan pulang kesorean, waalaikumsalam."

Nih anak polos banget ya, udah ngomongnya pake aku kamu, teleponnya pake ngucap salam, kemana - mana laporan orang rumah pula, jarang nemu yang kayak gini, batin Darrell.

"Gimana? Boleh?" tanya Darrell.

"Emm .. Boleh kak."

"Nah gitu dong, emang lo kalo pergi harus banget ya laporan orang rumah?"

"Eh, iya kak, udah kesepakatan kalo pergi, wajib ngasih tau orang rumah." jawab Keyla seadanya.

"Eh udah sampe, masuk yuk, ngobrolnya dilanjuti didalam."

"Iya kak."

***

Kini kedua muda - mudi ini sudah duduk dirooftop kafe yang menampakkan sinar matahari yang mulai berubah menjadi jingga.

Ternyata Darrell mengajak Keyla ke kafe yang sebenarnya adalah milik Keyla, Lala's Cafe.

"Pantes orang suka suasananya romantis gini, lo suka gak Key?" tanya Darrell.

Sukalah ! Orang yang desain gue sendiri.

"Suka kak." jawab Key sambil tersenyum.

"Oh iya Key .. Soal pernyataan gue yang waktu itu, jadi gimana?" tanya Darrell.

"Yang mana ya kak?" tanya Keyla pura - pura tidak tau.

"Itu yang waktu gue nembak lo itu, jadi jawabannya apa?"

Gue gak siap kak jalaninnya, baru ditembak aja gue udah kena bully, gimana kalo gue taken sama lo? Habis gue sama fans elo, batin Keyla.

"Emm .. Gimana ya kak? Aku -"

Omongan Keyla terputus karena makanan pesenan mereka datang.

Thanks Tari, lo emang penyelamat gue, batin Keyla. Tari adalah salah satu karyawan yang usianya satu tahun diatas Keyla, mereka juga cukup akrab.

"Makan dulu Key, soal jawabannya, kita bahas nanti aja." ujar Darrell.

"I-iya kak." jawab Keyla.

Mereka akhirnya makan dalam keheningan.

Usai makan, Darrell kembali meminta jawaban Keyla, "Jadi?"

"Oke kak, aku mau." jawab Keyla agk ragu.

"Mau apa?" tanya Darrell dengan senyum miring.

"Iya, aku mau jadi pacar Kak Darrell." jawab Keyla dengan pasti.

"Yes, makasih Key, gue tau lo pasti gak akan ngecewain gue." ujar Darrell yakin.

Iya gue gak bakalan ngecewain lo, palingan lo yang ngecewain gue. Batin Keyla miris.

"Iya kak, sama - sama."

Hening.

Hingga suara dering telepon yang berasal dari hp Darrell menginterupsi keheningan mereka.

Nama Sheryl muncul dilayar hp Darrell.

Sheryl? Ngapain dia telepon gue? Mudah - mudahan Key gak lihat.

"Gue angkat telepon dulu ya?" tanya Darrell.

Keyla menangguk dan Darrell mulai menjauh.

"Ya halo kenapa?"

"Rel, bisa bantu aku enggak? Mobil aku mogok, aku mau shopping nih, kamu bisa anter aku enggak?"

"Kamu dimana?"

"Aku masih dirumah, gimana? Kamu bisa jemput aku gak?"

"Bisa, aku kesana sekarang."

"Yey, makasih Darrell."

"Iya sama - sama."

Begitu sambungan telepon terputus, Darrell kembali menghampiri Keyla yang masih setia menunggunya.

"Key, sorry banget nih gue gak bisa nganterin lo pulang, nyokap gue nyuruh gue buat jemput dia dibandara." Bohong Darrell.

Bohong dikit gak papa kan ya? Mana mau gue jemput nyokap, nyapa aja gak pernah, batin Darrell.

Keyla menatap mata Darrell intens, hingga senyum manis terukir diwajahnya, "Iya kak, gapapa, aku bisa minta kakakku buat jemput."

"Yakin Key gapapa? Atau gue anter lo dulu baru gue jemput nyokap?" tanya Darrell.

"Enggak usah kak, kasihan mamanya Kak Darrell kalau kelamaan nunggu."

"Oke kalau gitu gue pamit ya Key."

"Hati - hati kak." jawab Keyla, iya hati - hati, soalnya jalan sama cewek itu gak baik buat kesehatan dompet kakak, lanjut Keyla dalam hati.

Darrell melangkahkan kaki keluar dari kafe, begitu sampai dimobil, dia segera mengambil benda pipih dengan logo apel digigit dari sakunya. Buru - buru ia mengirimkan rekaman suara Keyla kepada seseorang.

"Tinggal selangkah lagi gue bakal menang !" seru Darrell girang.

Sementara Keyla yang masih duduk dimeja makannya bersama Darrell tadi hanya bisa tertawa miris, bohong itu hak elo ! Kewajiban gue cuma pura - pura gak tau kalo lagi lo bohongin, biar lo nya seneng, batin Keyla.

***

Bel istirahat pertama telah berbunyi, gadis berkacamata itu buru - buru melangkahkan kakinya menuju perpustakaan.

Dan disinilah dia sekarang, duduk diantara lorong perpustakaan yang sepi dan mulai mengeluarkan bekal yang dibawanya.

Hal ini sudah rutin dia lakukan selama dua bulan belakangan ini.

Memang ada larangan untuk makan dan membawa tas ketika diperpus, tapi siapa juga yang berani memarahi anak pemilik yayasan? Alhasil penjaga perpus tidak mempermasalahkan hal itu, toh menurut mereka, Keyla adalah orang yang baik dan ramah, sama seperti almarhum ibunya.

Saat sedang asik melahap nasi gorengnya, dia dikejutkan dengan suara kursi digeser dari sampingnya. Buru - buru ia menutup bekalnya dan memasukkan kedalam tas tanpa menengok sedikitpun.

Keyla lantas berdiri dari duduknya dan berniat keluar perpus, namun sebuah tangan kekar menahan tangan mungilnya.

"Mau kemana?" tanya orang itu dingin.

Keyla menoleh lalu nyengir, persis seperti orang yang baru ketahuan nyolong mangga, "Hehe, eh ada Kak Keynan, ini mau balik kekelas kak."

"Duduk !" perintah Keynan dingin.

Mau tak mau Keyla kembali duduk setelah mendengar suara dingin dari Keynan, Keyla tidak takut, hanya saja dia sadar bahwa sekarang dia sedang menjelma menjadi gadis cupu yang tidak mempunyai teman satu pun.

Sudah 5 menit mereka duduk bersebelahan namun tak ada obrolan sama sekali diantara keduanya. Hingga Keyla memberanikan diri berbicara, "Jadi aku disuruh duduk disini cuma buat jadi manekin? Kalau gitu aku balik kekelas aja ya kak, 5 menit lagi bel masuk nih."

"Berisik !" ujar Keynan super dingin.

Alhasil Keyla yang berniat kembali kekelas cuma bisa menundukkan kepalanya dalam, dia tidak pernah dibentak seperti tadi.

Merasa ada yang salah dengan orang disampingnya, Keynan lantas menoleh kesamping, memastikan bahwa orang yang disampingnya itu tidak pingsan atau kenapa - kenapa.

Begitu menoleh kesamping, dia heran kenapa orang disampingnya itu hanya menunduk.

Diangkatnya dagu gadis tersebut, "Hey, lo kenapa?" kali ini Keynan bertanya dengan nada yang sedikit melunak.

Keyla masih diam.

"Ck, lo gak sakit kan?" tanya Keynan sedikit panik.

Keyla menggeleng.

"Terus lo kenapa?"

"Aku .. Aku .." ujar Keyla tergagap.

"Iya lo kenapa?" tanya Keynan tak sabar.

"Aku takut sama kakak."

"Lo takut sama gue?" Tanya Keynan memastikan.

"Iya kak." jawab Keyla jujur.

"Ck, lo gak perlu takut sama gue, oke? Kalau lo ngira gue tadi bentak lo, gue minta maaf." percayalah ini adalah kali pertama seorang Keynan Arkana meminta maaf kepada orang lain selain keluarga dan sahabat - sahabatnya.

"I .. Iya kak." jawab Keyla ragu.

"Oh iya, lo yang namanya Keyla kan?" tanya Keynan.

"Iya kak, aku Keyla." jawab Keyla takut.

"Pacarnya Darrell?" tanya Keynan lagi.

Keyla menoleh takut, "Eh, kakak tau?"

"Ck, semua orang disekolah ini juga udah tau kali, lo santai aja kali sama gue, gak perlu takut gitu, gue gak gigit kok."

Kok gue jadi sok akrab gini ya sama ni anak? Hati Keynan berujar.

Jadi ini sosok Keynan yang dibilang pendiam itu? Mana? Orang bisa ngelawak gini juga, batin Keyla.

"Eh iya kak."

"Lo mau ke perpus apa mau bolos sih? Bawa tas segala? Makan segala, lo gak bisa baca peraturan didepan?" cecar Keynan.

"Eh, maunya bolos kak, tapi kan gak ada temen, yakali bolos sendirian, gak seru." jawab Keyla mulai santai.

"Gak nyangka gue orang kayak lo bisa bolos juga."

"Eh aku belum pernah bolos ya kak, aku baru punya niatan buat bolos, catet itu !" bela Keyla.

"Terserah lo dah ! Jadi lo mau bolos?"

"Kan tadi udah dibilang gak ada temen, jadi gak jadi bolos kak." ujar Keyla polos.

Lo aja polos gini Key, pantes aja Darrell bisa boongin lo.

"Kalo gitu gue temenin, ayo cabut !" ujar Keynan seraya menarik tangan Keyla.

"Eh tapi kak."

"Tapi apa lagi sih?" tanya Keynan kesal.

"Kita mau kemana?"

"Ke apart gue !" jawab Keynan enteng.

"Hah? Gak ah kak, lepasin !" Keyla mencoba melepas genggaman ditangannya namun hasilnya nihil.

"Ck, gak usah berpikiran macem - macem, gue gak bakalan apa - apain lo, elah."

"Apa bukti kalau Kak Keynan gak bakalan ngapa - ngapain aku? Kan yang namanya setan itu licik kak." seru Keyla.

"Andai lo bisa baca pikiran, gue suruh deh lo buat baca pikiran gue yang gak ada kotornya ini."

"Oke, kalau gitu tatap mata aku kak !" pinta Keyla.

Keynan melongo, "Jangan bilang lo bisa -"

Keyla memotong perkataan Keynan, "Iya, aku gak ngomong. Sekarang tatap mata aku kak !"

Dengan ragu Keynan mengarahkan pandangannya tepat pada mata Keyla.

Semenit berikutnya Keyla tersenyum, "Yaudah yuk jalan !"

Keynan masih diam.

Kini giliran Keyla yang menarik tangan Keynan, "Kak Keynan ayo, malah ngelamun."

Tarikan ditangannya membuat Keynan tersadar, "Eh iya ayo."

Mereka berjalan beriringan

"Yang itu tadi bener lo bisa -?"

"Iya kak, bener."

Keynan benar - benar kaget, namun akhirnya mereka tetap membolos melalui pagar samping karena kebetulan hari ini Keynan juga tidak menggunakan kendaraan pribadi kesekolah.

Usai memanjat pagar, mereka lalu bergegas mencari taksi.

Dan tujuan mereka sekarang adalah apartemen Keynan.


Mengenai Pengarang


EmoticonEmoticon