Sabtu, 25 November 2017

Part 3. Drama - Keyara (Fiksi Remaja)


Without you, I feel broke like I'm half of a whole
Without you, I've got no hand to hold
Without you, I feel torn like a sail in a storm
Without you, I'm just a sad song
— We The Kings, Sad Song.

***

Keyla POV

Dua bulan sudah aku resmi menjadi siswa SMA. Tak ada perubahan signifikan dalam diri dan hidupku.

Pikiranku masih saja terfokus pada Kak Iyan, tak ada satupun yang berhasil menggantikannya, jangankan menggantikannya, untuk mengalihkannya pun belum ada yang berhasil.

Bagiku dia itu istimewa, seistimewa perlakuannya padaku. Dia selalu bisa membuatku berpikir bahwa 'oh gue ini istimewa'.

Ah Kak Iyan.

Awalnya semua berjalan normal, aku merasa tenang dengan hidupku. Walaupun aku sama sekali tidak memiliki teman dikelas ini. Awalnya semua baik - baik saja, tidak ada yang spesial dalam masa putih abu - abuku. Awalnya semua orang acuh padaku. Awalnya semua orang tidak peduli dengan keberadaanku, bahkan mungkin mereka tidak tau kalau aku itu ada.

Tapi semua berubah saat dia datang mengusik kenyamananku. Sejak itu, ruang gerakku menjadi terbatas. Sejak itu, semua mata memandangku dengan pandangan remeh.

Dia adalah Darrell Cello Damarres, kapten basket sekolahku yang sekaligus menjabat sebagai ketua geng d'jabrix.

Oke, aku kenalkan dulu apa itu d'jabrix. D'jabrix adalah geng bentukan 4 orang anak kelas 11 IPA 1 yang sudah terbentuk hampir 5 tahun dimana anggotanya adalah Darrell si dingin dan cuek yang kebetulan menjabat sebagai ketua geng, Jack si biang rusuh, si playboy Alex dan si pendiam Keynan.

Kalau kata orang - orang, d'jabrix itu adalah sekumpulan titisan Nabi Yusuf yang kadar kegantengannya tidak perlu diragukan lagi. Tapi itu kata orang - orang, bukan kataku.

Oke balik ketopik !

Jadi, sebulan sudah seorang Darrell Cello Damarres selalu gencar mendekatiku. Sehari 3 kali dia menemuiku. Pertama pagi hari diparkiran hanya untuk bilang 'selamat pagi, have a nice day Keyla', kedua disela-sela jam istirahat pertama dia ganggu acara makanku, dan ketiga pulang sekolah buat bilang 'dah Keyla, hati - hati dijalan, sampai jumpa besok'.

Aku selalu bisa mencium bau - bau kehadirannya walau masih dalam radius 20 meter. Seperti saat ini contohnya, saat aku sedang mengisi waktu istirahat pertamaku dengan makan bekal yang selalu aku bawa dari rumah. Fyi, aku memang selalu membawa bekal dari rumah, maka dari itu aku tak pernah keluar dari kelas kecuali untuk kemasjid, ketoilet, praktik dan olahraga.

Sekumpulan cewek - cewek yang menamakan dirinya 'TeamDarrell' mulai berteriak histeris mana kala sang empunya nama mulai memasuki koridor 10 IPA, huh, siapkan mentalmu Keyla ! Drama akan segera dimulai, batinku setelah mendengar teriakan dari koridor.

Tak butuh waktu lama, aku mulai mendengar bunyi tarikan kursi yang berasal dari kursi sebelahku, ya aku memang duduk sendirian dikelas. Siswa anak IPA 1 memang lebih sedikit dari kelas lainnya, namun fasilitas yang disediakan tetap saja sama, mulai dari ukuran kelas hingga jumlah meja dan kursi dikelas ini. Terlebih lagi jumlah laki - laki dan perempuan dikelasku ini ganjil, alhasil aku harus duduk sendirian, tapi tak apa, sendiri berani.

"Hey Keyla." sapanya dengan menebar senyum manis membuat fansnya makin histeris.

"Eh, hay juga kak." jawabku yang masih fokus pada bekalku.

"Ih kalau ada orang ngajak ngomong tuh ditatap matanya dong Key." protesnya.

Akhirnya aku meletakkan sendokku dan menatapnya, "Iya apa kak?"

Dia tersenyum lagi, senyum kemenangan, "Nah gitu dong, dari kemarin - kemarin kek, masak cogan kayak gue dicuekin mulu."

"Jadi kenapa kakak datang kesini tiap hari?" tanyaku lagi.

"Gue kesini cuma buat mastiin elo dalam keadaan baik." jawabnya.

"Oh aku baik, dan akan selalu baik, apa lagi kalau kakak nggak kesini lagi, nggak nemuin aku lagi, nggak gangguin aku lagi, pasti aku akan lebih baik." percayalah, ini adalah kata terpanjang yang pernah aku katakan pada dia.

Raut mukanya berubah kemerahan, seperti sedang menahan amarah, "Lo kenapa sih Key selalu acuh sama gue? Lo kenapa nggak pernah ngehargai usaha gue buat deket sama elo?"

Aku mengarahkan pandanganku kedepan dimana disana sudah berjejer barisan fans Darrel yang berasal dari berbagai kelas,"Jangan drama dan pura-pura nggak tau."

Percayalah aku sudah lelah dengan cara mereka memandangku. Aku selalu dianggap bakteri yang seakan - akan bisa membuat idolanya sakit dan sudah sepantasnya dibasmi.

"Jadi ini semua karena mereka?" Tanyanya lagi.

Aku hanya diam, kenapa susah sekali membuat dia peka? Perlu kode macam apa lagi buat bikin dia peka?

Dia memandangku iba, "Maaf, gue kayak gini karena gue suka sama elo Key, gue mau lo jadi pacar gue ! Nggak perlu peduliin mereka, mereka cuma komentator amatir yang gak perlu lo tangepin."

Bisa dilihat, raut wajah fans Darrell yang sekarang sudah berubah seperti cacing kepanasan setelah mendengar perkataan yang keluar dari idolanya.

"Terserah kakak !" ujarku.

"Jadi gimana? Apa lo mau jadi pacar gue?"

Belum sempat ku menjawab, akhirnya bel masuk pun berbunyi, membuat Kak Darrell harus balik ke kelasnya. Terimakasih bel kau telah menyelamatkan ku.

***

Author POV

Bel pulang telah berbunyi sejak 20 menit yang lalu. Keyla melangkahkan kakinya menuju parkiran motor, ia memang suka pulang 20 menit setelah bel berbunyi dengan alasan menghindari macet digerbang sekolahan.

Begitu sampai diparkiran, dia dikejutkan dengan kondisi motornya yang sudah penuh dengan tepung dan pecahan telur busuk dengan bau amis yang begitu menyengat serta ban motor yang sudah kempes.

Seketika dia diam, kakinya terasa tak dapat digerakkan, sementara matanya sudah berkaca - kaca menahan tangisnya agar tidak pecah, tidak ! Dia tidak cengeng dan dia benci menangis.

Satu tepukan pada pundaknya menyadarkan dia dari keterkejutannya. Keyla menoleh dan mendapati Pak Joko, salah satu petugas kebersihan sekolah yang tergolong senior sudah berdiri disampingnya.

"Loh, Non Keyla, kenapa belum pulang non?" tanya Joko.

Keyla hanya meringis miris ketika menunjukkan kondisi motornya yang sudah sangat mengenaskan itu, "Hehe, itu pak, motor saya tau - tau udah kayak gitu."

"Masyaallah non, kenapa bisa kayak gitu?" Joko nampak kaget melihat motor Keyla.

"Hehe, gak tau pak, saya sampai sini udah kayak gitu."

Joko mulai mendekati motor Keyla, "Yaudah bapak bantuin bersihin sama kasih angin bannya, kebetulan di pos satpam ada pompa ban."

"Eh jangan pak, ini kotor dan bau sumpah, gak papa biar Keyla aja." tolak Keyla.

Joko tersenyum, "Buah jatuh memang tidak jauh dari pohonnya ya non, Non Keyla ini sangat mirip dengan almarhum ibu non, Bu Agatha. Selama hidupnya, beliau sudah banyak membantu saya dan keluarga, sekarang sudah sepantasnya saya membalas budi jasa beliau non, udah non duduk manis saja, biar bapak yang beresin." hampir seluruh guru dan staff disekolah ini memang tau bahwa Keyla adalah anak dari Agatha Gibson, sosok yang tujuh tahun lalu menjabat sebagai kepala sekolah sekaligus ketua yayasan sekolah ini.

Keyla tersenyum miris mendengar penuturan Joko tentang kebaikan ibunya yang selama ini hanya bisa dengar dari cerita orang - orang saja.

"Baik pak, terimakasih sebelumnya."

Setengah jam kemudian motor Keyla sudah bersih seperti semula.

"Aduh pak, makasih ya udah mau repot - repot bantuin Keyla kayak gini." ujar Keyla seraya menghampiri Joko.

"Sama - sama non." jawab Joko.

Keyla mengambil dua lembar uang 100 ribuan dari kantongnya dan memberikannya kepada Joko, "Ini pak, ada sedikit rejeki dari Allah, hehe."

Joko menolak, "tidak non, saya teh iklhas bantuin non."

"Pak Joko, menolak rejeki itu tidak baik, sudah ambil saja, Keyla tidak menerima penolakan !" tegasnya dengan nada sok galak.

"Baiklah kalau non maksa, terimakasih non."

"Sama - sama pak, tapi saya boleh minta tolong lagi gak?" tanya Keyla.

"Mau minta tolong apa lagi non? Selama bapak bisa dan mampu, pasti bapak bantuin."

"Tolong jangan bilang ke kakak saya kalau motor saya habis dikerjain kayak gini, saya gak mau mereka ngamuk cuma gara - gara hal ini." pinta Keyla.

"Oh cuma itu non? Kalau cuma itu mah kecil."

"Eh ada satu lagi pak." ujar Keyla.

"Apa lagi non?" tanya Joko

"Tolong nanti pasang CCTV disini, pastikan tidak ada murid sini yang tau, nanti saya bilang ke Om Radit biar Om Radit langsung hubungi pihak sarpras." jelas Keyla.

"Oh siap non siap."

"Kalau gitu saya pamit pulang dulu ya pak, sekali lagi terimakasih atas bantuannya." ujar Keyla tulus.

"Iya non, sama - sama, hati - hati dijalan."

"Siap pak, assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

***

Setibanya dirumah, Keyla dihadang kedua kakaknya yang sudah berjejer didepan pintu dengan melipat kedua tangan didada dan memasang muka garang.

Duh, dari bau - baunya kayak bakal kena semprot nih, batin Keyla.

"Assalamualaikum kakak - kakakku yang ganteng, kok pada berdiri dipintu sih, ayo pada masuk, anggap rumah sendiri aja." Keyla berujar.

"Waaikumsalam, gak usah ngasih tau, kakak tau kakak ganteng, dan ini emang rumah papa kakak jadi otomatis ini juga rumah kakak." sahut Atta.

Keyla nyengir.

"Yang jadi pertanyaan, sudah jam berapa sekarang Lala?" tanya Atva.

"Kok tanya aku sih kak? Kan itu kakak udah pake jam tangan, apa jam tangan kakak itu sebenernya udah mati tapi tetep dipake biar kelihatan keren? Yaudah ntar Lala bilangin sama papa deh biar dibeliin yang baru." jawab Keyla polos.

"Lala, kami serius !" tandas Atta.

Keyla menatap sepatunya, "Maaf deh kak, iya Lala jawab, ini jam setengah 4."

"Apa kamu lupa kalau batas kamu pulang dari sekolah adalah jam 3? Kenapa telat?" Atva mulai mengintrogasi.

"Tadi pas pulang aku lihat ada tempat cucian sepeda gitu, jadi aku mampir deh buat cuciin si supri, hehe." dusta Keyla.

"Kenapa gak nyuci dirumah aja? Biasanya juga nyuci dirumah." tanya Atta.

"Lagi pengen sedekah sama tukang cuci motornya kak."

"Lain kali kalau mau pergi itu ngasih kabar dulu ke kita, biar kitanya gak panik nyariin kamu La." Atva menasehati.

"Iya kak, maaf ya kak, aku udah 3 hari gak charge si noki, lupa, jadi batrenya abis deh, lagian Kak Atta tuh suka mainan ular - ularan dihpku tapi gak pernah mau ngurusin batrenya, taunya main doang." jawabnya Keyla, noki adalah nama hp jadul Keyla.

Mendengar namanya disebut, Atta langsung melotot.

Atva menoleh kearah Atta garang, "Lo tuh ya Ta, udah punya hp sendiri masih juga gangguin punya adiknya."

"Ya lo tau sendiri di hp gua mana ada mainan ular - ularannya." Atta membela diri.

"Yaudah beli yang ada ular - ularannya, jangan kayak orang susah !" suruh Atva.

Mendengar kedua kakaknya yang mulai berdebat gak jelas, Keyla mulai mengendap - endap masuk kedalam rumah melalu celah yang ada, begitu sudah sampai tangga, dia menoleh kebelakang sambil cekikikan, "Kak Vava sama Kak Tata lanjutin ya debatnya, Lala keatas dulu."

Si kembar lantas menoleh, "Lalaaaa !"

Dan tugas Keyla saat ini adalah Radit.

***

Hay ketemu lagi sama aku. Karena aku ngerasa cerita yang kemarin terlalu bertele-tele, makannya disini aku percepat alurnya. Aku mau ngucapin makasih untuk kalian yang udah baca ceritaku apalagi nyempetin buat komen, terus gak lupa pencet gambar bintangnya, pokoknya terimakasih atas segala bentuk supports kalian 😍


EmoticonEmoticon