Selasa, 21 November 2017

Part 2. I'm Home. - Keyara (Fiksi Remaja)

Wajahmu menginginkan ku dengan kekasih ku dulu
Wajahmu menginginkan ku dengan masalalu ku
— Kangen, Kembali Pulang.


***

Keyla POV

Jam sudah menunjukkan pukul setengah 4, aku harus segera pulang, kalau tidak, kakak - kakakku pasti akan mencemaskanku, dan aku juga harus menyiapkan peralatan buat MOS besok, 'biji lembut berselimut' dan beng - beng rasa lemon, yang bener aja? Dimana - mana tuh beng - beng adanya cuma rasa coklat, emang bener - bener ya tuh OSIS, gemesin abis, minta dicubit pake tang kayaknya.

Oke stop, dari pada menggerutu gak jelas kayak gini, aku memilih segera menancap gasnya si supri, motor pitung antik kesayanganku buat pulang kerumah.

Rasanya jalanan di kota ini gak pernah sepi, ada saja beberapa titik yang membuat aku harus ekstra sabar karena kemacetan yang sampai sekarang belum ada solusinya.

Motorku berhenti dilampu merah. Ku sapu pandangan kesekelilingku, hingga dari kaca spion tak sengaja terlihat sosok yang tadi memberiku hukuman, siapa lagi kalau bukan Kak Alex? Bisa-bisanya dia ngikutin aku sampai sini.

Setelah lampu hijau menyala, aku berusaha sekuat tenaga untuk mengajak si supri lari sekencang mungkin, namun apa daya? Si supri tidak akan pernah bisa menang melawan motor ninja yang dikemudikan Kak Alex.

Dengan cacing - cacing diperut yang mulai demo, aku terus memikirkan cara agar Kak Alex tidak mengikutiku lagi.

Ayo Keyla, mikir !, batinku terus menyemangati otakku untuk dapat berpikir dengan sisa tenaga yang ada.

Dan akhirnya bala bantuan datang juga, ku lihat ada lampu merah didepan yang sudah menyala hijau, ku pelankan laju si supri, hingga jarak 3 meter dari lampu lalu lintas tersebut, lampu masih menyala hijau yang 5 detik lagi akan berubah menjadi kuning, ku tancap gas si supri dengan kekuatan penuh, dan hap ! Tepat saat aku melewati garis putih, lampu berganti menjadi kuning. Yey akhirnya bisa lepas juga dari tuh orang.

Karena takut Kak Alex akan menemukanku lagi, akhirnya aku memilih berbelok kekiri untuk pulang lewat jalan tikus yang biasa dilewati Kak Tata dan Kak Vava.

Selanjutnya, aku harus berhati - hati dengan maklhuk bernama Alex itu.

***

Author POV

Gadis manis tanpa pensil alis bernama Keyla itu sampai dikediaman keluarga Gibson saat langit sudah mulai berubah warna menjadi orange.

Setelah memarkirkan si supri, ia bergegas masuk kerumah tak lupa dengan salam dan senyum manis yang selalu ia tunjukkan pada setiap penghuni rumah ini, "Assalamualaikum, Lala pulang."

"Waalaikumsalam." jawab Atva dan Atta yang sedari tadi sedang main ps diruang tamu.

Atta menoleh ke Keyla "Baru pulang dek? Bukannya MOS hanya sampai jam 2 ya? Ini udah jam berapa?"

Keyla nyengir, "Hehe, udah jam 4 kak, habisnya tadi kena hukuman gara - gara salah bawa peralatan MOS."

"Iya, kita udah tau, tadi Om Radit udah WA kakak, nah biar nggak kena hukuman lagi, nih kita udah siapin barang - barang yang kamu butuhin buat MOS besok." kini giliran Atva yang bersua.

Keyla tersenyum, "Aaa makasih kakak, sini peluk." ia berlari kecil menghampiri Atva lalu memeluknya erat.

"Kak Tata juga bantuin nyiapin bahan buat kamu MOS loh La, jadi cuma Atva doang nih yang dipeluk, hmm?" suara Atta menginterupsi.

Atva dan Keyla menoleh, "Hehe, uluh kakakku yang satu ini, sini peluk juga." Keyla lalu menubruk dada bidang milik Atta.

"Udah - udah, Lala mandi dulu sana, bauk tau, sekalian sholat kalau belum sholat." kini giliran Atva yang mengganggu momen romantis Keyla dan Atta.

"Oke, siap kapten ! Aku udah sholat tadi disekolah, Lala mandi dulu." Keyla beranjak dari ruang tamu menuju kamarnya yang terletak dilantai dua dan langsung mandi.

Selang 30 menit, Keyla sudah turun dari kamarnya dan sekarang sudah berada ditengah - tengah Atva dan Atta yang sibuk dengan stick ps nya.
Sedangkan Keyla sendiri sudah memegang snack milik kakaknya dan bersiap menghabiskannya.

"La, itu cemilan kakak, kamu ambil sendiri aja dikulkas masih banyak." ujar Atva yang masih fokus pada permainan ps nya.

"Dari pada snack nya nganggur, mending Lala makan, kan kakak dari tadi juga sibuk sama stick ps. Dianggurin itu nggak enak lho kak." jawab Keyla seadanya.

"Kamu ini, yaudah gantinya kamu harus bikinin pisang goreng buat kakak. Pisang goreng buatan kamu kan paling enak." rayu Atva.

"Eh apa - apaan lo nyuruh Lala, nggak ! Suruh aja Bi Asih yang bikin." sahut Atta yang mulai mengeluarkan sifat overprotective nya.

"Gue maunya dibuatin Lala." sahut Atva.

"Pokoknya kalau gue ngomong ngggak boleh nyuruh - nyuruh Lala ya itu tandanya gak boleh !" jawab Atta ngotot.

"Nggak papa Kak Tata, kalau cuma bikin pisang goreng mah cetek !" Keyla berusaha melerai kedua kakaknya.

"Tuh dengerin, Lala nya aja gak papa kok lo nya yang nyolot." protes Atva.

Keyla menjewer telinga kedua kakaknya "Udah - udah, ini apaan sih malah pada ribut gini?"

Atva mengaduh, "Aduh La, sakit sakit, lepasin La."

"Nggak akan Lala lepasin sebelum kalian baikan !" sahut Keyla tegas.

"Iya iya, kita baikan kok, Va, maafin gue ya." ujar Atta.

"Iya Ta, maafin gue juga." sahut Atva.

Keyla melepaskan jewerannya, "Nah gitu dong akur, kalau gitu berhubung Kak Vava yang minta dibikinin pisang goreng, jadi Kak Vava harus anterin Lala ke pasar buat beli pisangnya."

Atva mulai berdiri dari duduknya dan menarik tangan adiknya itu, "Siap ! Yaudah ayo kepasar !"

"Eh kok gue jadi ditinggal? Gue ikut woy, masak cogan gini ditinggal dirumah sendirian." protes Atta.

Atva menoleh, "Lah gantengan gue kemana - mana, lagian dirumah kan ada Bi Asih dan pekerja lainnya."

Kini Atta mulai ngotot, "Gak ! Pokoknya gue ikut !"

Keyla menghembuskan napas kasar "Aduh kak, baru aja akur, eh udah ribut lagi, yaudah semuanya boleh ikut kepasar, kalau perlu Bi Asih dan yang lain diajakin sekalian."

Si kembar hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

"Yaudah ayo, naik sepeda aja ya kak, lagian deket juga pasar dari sini." ajak Keyla.

"Nggak, nanti kalau hujan gimana La? Kak Tata nggak mau ya kamu sakit."

"Tuh kan mulai deh sifat overnya, udah ah kalau gak mau naik sepeda biar aku sama Kak Vava aja yang kepasar, yuk kak !" Keyla menggandeng tangan Atva menuju garasi untuk mengambil sepeda.

Atta pasrah, "Oke, fine ! Kita naik sepeda !"

"Nah gitu dong dari tadi, yaudah ayo !" Keyla tersenyum atas kemenangannya.

Mereka mulai mengayuh sepeda menuju pasar, tanpa mereka sadari, ada yang memperhatikan perdebatan mereka dari ruang tamu hingga garasi tadi. Orang itu adalah Bi Asih, dia tersenyum bahagia, Non Keyla memang sudah membawa kehidupan dikeluarga ini, semoga selamanya selalu begini Ya Tuhan, terimakasih telah mengembalikan Non Keyla pada kami, batinnya.

***

Mereka tak berlama-lama dipasar, karena tujuan mereka hanya membeli pisang dan langsung pulang, namun saat akan memasuki area perumahan, mereka dikejutkan dengan sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan diatas rata - rata, nyaris saja mobil menabrak Keyla dan si kembar sebelum akhirnya berhenti karena menabrak pohon didepan mereka.

Keyla turun dari sepeda seraya berlari kearah mobil tersebut, "Kak ! Ayo bantuin, cepetan !"

"Ta, lo pulang ambil mobil, biar gue yang keluarin orang itu dari mobilnya, ntar kita bawa pengemudinya kerumah sakit." perintah Atva.

"Nggak mau ! Lo aja sana yang ambil mobil, gue yang selamatin tuh pengemudi." protes Atta.

"Ck, dalam kondisi kayak gini lo masih aja ngajak ribut ya." Atva mulai geram

"Kak ! Ngapain masih disitu? Buruan bantuin !" Teriak Keyla panik.

"Denger tuh ! Sebagai kakak yang baik, harusnya lo mau ngalah ! Sono buru ambil mobil." titah Atva.

Atva berlalu meninggalkan Atta saat kakaknya itu belum sempat melontarkan aksi protesnya.

Sialan si Atva, awas aja, gue bales ntar, batin Atta emosi.

***

Kini ketiganya sudah sampai dirumah sakit, tepatnya didepan ruang ICU, menunggu dokter selesai memeriksa pengemudi mobil tadi.

Selang satu jam, dokter keluar dari ruangan tersebut.

"Gimana keadaan pasien tersebut dok?" tanya Keyla, sedangkan si kembar masih duduk manis dimeja tunggu depan ruang ICU tersebut.

"Sebelumnya apa kamu anggota keluarganya?" tanya sang dokter.

"Bukan dok, kebetulan saya dan kakak saya berada ditempat kejadian saat ibu itu mengalami kecelakaan." jelas Keyla.

"Oh kalau begitu saya akan meminta polisi untuk menghubungi keluarganya, karena saya tidak bisa memberitahukan kondisi pasien kepada selain keluarga pasien, namun pasien sudah bisa dijenguk setelah nanti kita pindahkan keruang rawat."

"Baik dok, terimakasih."

"Sama - sama, kalau begitu saya permisi." pamit sang dokter.

Keyla menghampiri kedua kakaknya, "Kak, katanya ibu tadi udah bisa dipindah keruang rawat, dan katanya lagi pihak rumah sakit bakalan menghubungi polisi buat ngasih kabar kepihak keluarga ibu - ibu tadi kalau ada anggota keluarganya yang kecelakaan."

"Baguslah kalau gitu, yaudah kita pulang aja ya La, kan polisi juga udah mengubungi keluarganya ibu tadi." saran Atva.

"Tapi kak —" Keyla hendak protes namun dipotong oleh Atta, "Omongan Atva ada benernya juga dek, ini udah sore, bisa - bisa jalanan macet, ntar kalau papa pulang kita gak ada dirumah, papa pasti cemas, kita kan belum sempat pamit tadi, mana kita nggak bawa hp."

Keyla mengangguk pasrah, "Kakak bener, yaudah deh kita pulang."

Akhirnya mereka pulang, namun setibanya dilobby rumah sakit, pandangan Keyla tak sengaja bertemu dengan pandangan seorang laki - laki yang rasanya tidak asing baginya, laki - laki itu adalah Darrell.

Selang beberapa detik, Keyla langsung memutuskan pandangan dan menyusul kedua kakaknya yang sudah berada agak jauh didepannya, sedangkan Darrell masih diam membeku, mata itu .. Dan si kembar? Apa jangan - jangan dia .. Ah fokus Darrell ! Gadis itu sudah lama hilang, nggak mungkin dia bisa ada disini, batin Darrell.

Mengenai Pengarang


EmoticonEmoticon